Kekosongan menjadi kalbu di hati, sehingga kutemukan pengganti,sampai berkali-kali tak ku jumpai laksana pelangi. Jatuh bangun ku mencari tujuan hidup untuk bermakna selaksa pria sejati, tapi saya hanya anak petani, dengan penuh kesadaran diiri
sedikit pahit namun menyehatkan
Belajar dari hidup, penuh tipuan, kutumpahkan sedikit darah, agar terbentuk bayangan kecil yang kau timbulkan, percaya akan tujuan hidup bahwa dia bukan pilihan.
Cermin menjadikan teman bisu, memandang dengan sebuah alasan tanpa tau apa itu balasan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar