Kamis, 14 September 2017

negriku

Perkembangan zaman menjadikan dunia tidak beraturan, hidup di pedesaan dengan sekumpulan anak dalam.

Tempat yang sudah tertata rapi kini menjadi sebuah renungan yang harus di perbaiki, crita yang dulu pasti kini menjadi ungkapan yang tak pasti.

Mana anak suku dalam yang berpindah- pindah tempat?? 

Ciri khas daerahku menjadi ambisi bagi para serpihan materi,dunia yang di cari

Merdeka sudah di lampaui, tinggal membentuk negri ini dengan baik lagi

Buka jendela lihatlah negrikita kaya akan semuanya, rubahlah sifatmu sebelum bumi membungkusmu 

Rabu, 13 September 2017

kuatkan jiwa kita

  Perjalanan dengan penuh bintang bertebaran, duduk di satu atap berjalan 3hari 2 malam, menjadi pembantu bidadari tak bersayap, niat yang sudah bulat, hancur karna ke egoan sesaat.

Kekosongan menjadi kalbu di hati, sehingga kutemukan pengganti,sampai berkali-kali tak ku jumpai laksana pelangi. Jatuh bangun ku mencari tujuan hidup untuk bermakna selaksa pria sejati, tapi saya hanya anak petani, dengan penuh kesadaran diiri

sedikit pahit namun menyehatkan

Belajar dari hidup, penuh tipuan, kutumpahkan sedikit darah, agar terbentuk bayangan kecil yang kau timbulkan, percaya akan tujuan hidup bahwa dia bukan pilihan.

Cermin menjadikan teman bisu, memandang dengan sebuah alasan tanpa tau apa itu balasan

Hasil memang tidak terlepas dari kringat deras,sebelum bumi membungkus rubahlah selagi masih bisa dan belum menjadi tua.


Widi HD...... 

duniaku


Ini lah hidupku di kota orang, melangkah dengan satu tujuan, niatan, bermakna bagi anak bangsa

Terkadang sulit jauh dari pandangan orang tersayang, salah pergaulan,tidak ada yang melarang.

Saya bebas berekspresi terbang kesana kemari,mengenal keluarga kecil yang sama-sama membangun masa depan

Sebenernya mudah melihat orang tua tersenyum, dengan melakukan sedikit hal positif, itu sudah membuat orang tua bangga, namun kesadaran seorang anak yang masih kurang dalam fikiran

Jenuh terdiam dalam renungan, sedikit hidup karna impian yang mempunyai berbagai dukungan dari orang tersayang, dan jalan ku masih panjang,tak terputus karna kikisan orang jauh dari iman.

Negeri dengan kekayaan alam, di kotori oleh manusia yang tak bermoral, sebagai rakyat kecil hanya bisa berprihatin, kenapa negriku seperti ini, tak bisa mengkritik hanya bisa menulis di sela-sela ketidak sibukan.

Jumat, 01 September 2017

keinginan dan kontroversi

Terlalu anggun di kagumi, mata yang tak berhenti memandang, terjebak oleh kecantikan yang sedikit mengoreskan luka ketika di pegang.
MAWAR

Mungkin singkat tapi padat dari inti menuju ke titik kepastian

Bahkan mata di butakan oleh ketidak pastian, mulut yang tadinya terbungkam karena rasa yang mendalam dan kini di cidrakan oleh hati yang tak bisa di bumkam

Pertanyaan menjadi saksi bisu

Ibu bumi, bopo bumi mudahkan jalan kami untuk menuju titik kepastian

Kotor bumiku, tekuk niatku untuk bersatu, satukanlah langkahku,seperti pedomanku,PANCASILA lambang GARUDA di dada.